Entri Populer

Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 November 2010

Keseimbangan Sempurna Planet Bumi


Segala komposisi penyusun bumi dan juga posisinya sangatlah seimbang dan sempurna. Jika tidak, tidak akan ada kehidupan di dunia ini. Untuk lebih jelasnya perhatikanlah semua perbandingan di bawah ini yang pastinya sangat jarang kita sadari dan menunjukkan betapa Maha Dahsyatnya karya dan perhitungan Tuhan Sang Pencipta alam semesta ini.
Gravitasi
* Jika lebih kuat: atmosfer menahan terlalu banyak amonia dan methana.
* Jika lebih lemah: atmosfer planet akan terlalu banyak kehilangan air.

Jarak dengan Bintang Induk (Matahari)
* Jika lebih jauh: planet akan terlalu dingin bagi siklus air yang stabil.
* Jika lebih dekat: planet akan terlalu panas bagi siklus air yang stabil.

Ketebalan Kerak
* Jika lebih tebal: terlalu banyak oksigen berpindah dari atmosfer ke kerak bumi.
* Jika lebih tipis: aktivitas tektonik dan vulkanik akan terlalu besar.

Rotasi
* Jika lebih lama: perbedaan suhu pada siang dan malam hari terlalu besar.
* Jika lebih cepat: kecepatan angin pada atmosfer terlalu tinggi.

Interaksi Gravitasi Dengan Bulan
* Jika lebih besar: efek pasang-surut pada laut, atmosfer dan periode rotasi semakin merusak.
* Jika lebih kecil: perubahan tidak langsung pada orbit menyebabkan ketidakstabilan iklim.

Medan Magnet
* Jika lebih kuat: badai elektromagnetik terlalu merusak.
* Jika lebih lemah: kurang perlindungan dari radiasi yang membahayakan dari bintang.

Albedo (Perbandingan antara cahaya yang dipantulkan dengan yang diterima pada permukaan)
* Jika lebih besar: zaman es tak terkendali akan terjadi.
* Jika lebih kecil: efek rumah kaca tak terkendali akan terjadi.

Perbandingan Oksigen dan Nitrogen
* Jika lebih besar: fungsi hidup yang maju berjalan terlalu cepat.
* Jika lebih kecil: fungsi hidup yang maju berjalan terlalu lambat.
Kadar Karbon Dioksida dan Uap Air dalam Atmosfer
* Jika lebih besar: efek rumah kaca tak terkendali akan terjadi.
* Jika lebih kecil: efek rumah kaca tidak memadai.
Kadar Ozon
* Jika lebih besar: suhu permukaan bumi terlalu rendah.
* Jika lebih kecil: suhu permukaan bumi terlalu tinggi; terlalu banyak radiasi ultraviolet.

Aktifitas Gempa
* Jika lebih besar: terlalu banyak makhluk hidup binasa.
* Jika lebih kecil: bahan makanan di dasar laut (yang dihanyutkan aliran sungai) tidak akan didaur ulang ke daratan melalui pengangkatan tektonik.

Pluto, Kini Tinggal Kenangan

Kalian semua pasti sudah tahu kan, kalau Pluto sekarang sudah tidak menjadi bagian dari planet di tata surya kita ini. Tapi apakah kalian juga tahu, mulai kapan keputusan tersebut diambil dan apa yang menjadi pertimbangannya? Nah jika kalian belum tahu, berikut ini penjelasannya.

Mulai 24 Agustus 2006 jangan pernah terpeleset mengucapkan Planet Pluto lagi. Karena sejak hari itu, Pluto sudah diputuskan tidak lagi berhak menyandang predikat sebagai planet.
planet plutoSidang Umum Himpunan Astronomi Internasional (International Astronomical Union/IAU) Ke-26 di Praha, Republik Ceko, menghasilkan keputusan bersejarah dalam dunia astronomi dengan mengeluarkan Pluto dari daftar planet-planet di Tata Surya kita. Mulai sekarang, anggota Tata Surya hanya terdiri dari delapan planet, yakni Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. 




Keputusan mengeluarkan Pluto yang sudah menjadi anggota Keluarga Planet Tata Surya selama 76 tahun merupakan konsekuensi ditetapkannya definisi baru tentang planet. Resolusi 5A Sidang Umum IAU Ke-26 berisi definisi baru itu.

Dalam resolusi tersebut dinyatakan, sebuah benda langit bisa disebut planet apabila memenuhi tiga syarat:
1. Mengorbit Matahari
2. Berukuran cukup besar sehingga mampu mempertahankan bentuk bulat
3. Memiliki jalur orbit yang jelas dan "bersih" (tidak ada benda langit lain di orbit tersebut)
Definisi tersebut adalah definisi universal pertama tentang planet sejak istilah planet dikenal di kalangan astronom, bahkan sebelum era Nicolaus Copernicus yang tahun 1543 membuktikan Bumi adalah salah satu planet yang berputar mengelilingi Matahari.

Dengan definisi baru tersebut, Pluto tidak berhak menyandang nama planet karena tidak memenuhi syarat yang ketiga. Orbit Pluto memotong orbit planet Neptunus sehingga dalam perjalanannya mengelilingi Matahari, Pluto kadang berada lebih dekat dengan Matahari dibandingkan Neptunus.